BENGKULU, RBMEDIA.ID – Kebijakan efisiensi anggaran yang diterapkan Presiden Prabowo Subianto memberi tantangan baru bagi pemerintah daerah.
Pasalnya, alokasi dana dari pusat mulai menyusut, sementara kebutuhan pembangunan dan janji politik kepala daerah tetap harus dipenuhi.
Situasi ini dirasakan langsung oleh Wali Kota Bengkulu Dedy Wahyudi.
BACA JUGA: Ikuti Jalan Sehat Merah Putih Bengkulu, Raih Kesempatan Umroh Gratis!
Ia mengaku harus memutar strategi agar pembangunan di Kota Bengkulu tetap berjalan, meski berada di tengah tekanan fiskal nasional.
Page 1 of 4