Ia mengeluhkan jalan menuju TPA yang rusak parah serta alat berat yang kerap tidak beroperasi akibat kekurangan bahan bakar.
“Kami sering sudah muat sampah dari pagi, tapi tidak bisa buang di TPA. Warga marah, kami yang disalahkan,” ungkapnya.
Meski demikian, Pemkot Bengkulu menegaskan tetap membuka ruang dialog.
Pemerintah berharap semua pihak dapat menahan diri dan mengedepankan komunikasi agar persoalan persampahan dapat diselesaikan tanpa melanggar hukum dan merugikan masyarakat luas.








