BENGKULU, RBMEDIA.ID– Pemerintah Kota Bengkulu bergerak cepat menindaklanjuti keluhan pedagang dan pengunjung terkait genangan air yang kerap terjadi di kawasan Pasar Panorama.
Tak ingin persoalan berlarut, Plt Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagrin) Kota Bengkulu, Drs. H. Alex Periyansyah, MM, turun langsung ke lapangan bersama tim gabungan untuk memastikan penyebab utama genangan sekaligus menyiapkan langkah penanganan.
Peninjauan lapangan dilakukan bersama Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Dinas Lingkungan Hidup (DLH), serta UPTD Pasar Panorama.
BACA JUGA: Awas Modus Baru! Nama Kajari Seluma Dicatut Penipu, Ini Peringatan Resmi Kejaksaan
Fokus pengecekan diarahkan pada gorong-gorong dan saluran drainase yang selama ini menjadi titik rawan genangan setiap kali hujan dengan intensitas sedang hingga lebat.
Bangunan Baru dan Sedimentasi Hambat Aliran Air
Dalam pengecekan tersebut, tim gabungan menelusuri jalur drainase satu per satu untuk memastikan kondisi fisik saluran tetap berfungsi optimal.
Dari hasil pemantauan, ditemukan sejumlah faktor yang memicu terjadinya genangan air.
Salah satunya adalah keberadaan bangunan baru yang dinilai mengganggu alur alami drainase sehingga aliran air menjadi tersendat.
Selain itu, sedimentasi lumpur yang cukup tebal serta tumpukan sampah rumah tangga dan sisa aktivitas pasar turut memperparah kondisi saluran.
Akibatnya, kapasitas drainase menyempit dan tidak mampu menampung debit air saat hujan turun, sehingga air dengan cepat meluap ke area pasar.
“Dari hasil pengecekan di lapangan, kami menemukan adanya bangunan yang menghambat aliran air. Ditambah lagi dengan sedimentasi dan sampah yang menumpuk di saluran drainase,” ujar Alex Periyansyah, dikutip dari KORANRB.ID.
Penanganan Dilakukan Terpadu dan Bertahap
Alex menegaskan, persoalan genangan di Pasar Panorama tidak bisa diselesaikan secara parsial.
Menurutnya, penanganan harus dilakukan secara terpadu dengan melibatkan lintas organisasi perangkat daerah agar solusi yang diambil benar-benar menyentuh akar persoalan.
Oleh karena itu, Pemkot Bengkulu memperkuat koordinasi antar-OPD agar tindak lanjut dapat dilakukan secara cepat dan tepat sasaran.
Dinas PUPR Kota Bengkulu akan mengambil peran utama dalam penanganan teknis drainase, mulai dari normalisasi saluran, pembersihan sedimentasi, hingga evaluasi bangunan yang berpotensi mengganggu aliran air.
“Penanganan ini membutuhkan sinergi. Tidak bisa hanya satu OPD, karena menyangkut infrastruktur, lingkungan, dan aktivitas pasar,” jelas Alex.
Pemkot Bengkulu berharap, melalui langkah terpadu tersebut, permasalahan genangan air di Pasar Panorama dapat segera teratasi.
Dengan drainase yang kembali berfungsi optimal, aktivitas jual beli di pasar tradisional terbesar di Kota Bengkulu itu diharapkan berjalan lebih lancar, aman, dan nyaman, sekaligus mendukung perputaran ekonomi masyarakat secara berkelanjutan.








