“Kami minta bersabar. Semua ada prosesnya dan sudah dianggarkan. Jangan sampai menyampaikan protes dengan cara melanggar hukum,” ujarnya.
Wali Kota Bengkulu, Dedy Wahyudi, juga mengakui kondisi TPA yang overload.
Namun, ia menilai aksi menumpahkan sampah di pusat pemerintahan sebagai tindakan yang tidak bijak.
“Kami paham keluhan para driver. Tetapi solusi tidak bisa dicari dengan cara yang justru merugikan semua pihak,” kata Dedy.
Driver Ancam Aksi Lebih Besar
Di sisi lain, Ketua Rombongan Driver TPA Bengkulu, Dedi, menyebut aksi tersebut merupakan puncak kekecewaan setelah dua kali demonstrasi sebelumnya tidak membuahkan hasil nyata.








