Namun, upaya penataan tersebut justru memicu ketegangan.
Kasatpol PP Kota Bengkulu, Sahat Marilutua Situmorang, mengungkapkan bahwa oknum pedagang tidak terima ditertibkan dan diduga membawa dua bilah parang.
Lebih dari itu, senjata tajam tersebut diarahkan langsung ke petugas di lapangan.
“Pelaku mengancam anggota kami dengan parang. Bahkan, nama saya disebut secara langsung dalam ancaman tersebut,” ujar Sahat, dikutip dari Antaranews.com.
Ancaman Serius hingga Dilaporkan ke Polisi
Tidak berhenti di lokasi kejadian, ancaman yang dilontarkan pelaku dinilai semakin serius.
Sahat menjelaskan, pelaku diduga mengancam akan membunuh dirinya serta membakar rumahnya.








