Panggung tersebut dilengkapi kotak apresiasi sebagai wadah penyaluran bakat secara tertib dan aman.
“Kita ingin mereka punya ruang berekspresi yang layak. Pengunjung bisa memberikan apresiasi secara sukarela,” tambahnya.
Sementara itu, rencana pengelolaan pelataran kopi di area atas Balai Buntar masih menunggu kepastian penyerahan aset.
Jika aset telah sepenuhnya diserahkan, pengelolaan akan melibatkan Koperasi Merah Putih.
Namun saat ini, penataan difokuskan terlebih dahulu pada area luar gedung.
“Kita masih menunggu proses pengalihan aset. Jika sudah resmi dikelola Dinas Koperasi dan UMKM, tentu akan kita tata secara optimal,” tutup Eddyson.







