MUKOMUKO, RBMEDIA.ID– Harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit di Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu, kembali mengalami penurunan pada awal Februari 2026.
Kondisi ini menjadi perhatian serius, mengingat sektor perkebunan sawit masih menjadi tumpuan utama penghasilan ribuan petani di daerah tersebut.
Berdasarkan data resmi Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Mukomuko, penurunan harga TBS terjadi hampir di seluruh pabrik kelapa sawit yang beroperasi.
BACA JUGA: Tewas Dini Hari di Area Perkebunan, Perempuan Asal Kepahiang Diduga Kesetrum
Dalam dua hari terakhir, rata-rata harga TBS turun antara Rp40 hingga Rp50 per kilogram dibandingkan pekan sebelumnya.
Harga TBS Turun di Hampir Seluruh Pabrik
Kepala Dinas Pertanian Mukomuko, Hari Mustaman, menjelaskan bahwa harga tertinggi TBS sawit saat ini berada di angka Rp3.080 per kilogram.
Angka tersebut turun dari sebelumnya yang sempat menyentuh Rp3.130 per kilogram.
“Di awal Februari ini, harga TBS sawit kembali turun dan penurunan tersebut sudah berlangsung selama dua hari terakhir. Saat ini harga tertinggi berada di Rp3.080 per kilogram, sementara harga terendah berada di kisaran Rp3.000 per kilogram,” ungkap Hari Mustaman, dikutip dari RAKYATBENGKULU.COM.
Ia menambahkan, penurunan harga ini terjadi secara merata di hampir seluruh pabrik kelapa sawit di Kabupaten Mukomuko.
Hal tersebut tentu berdampak langsung terhadap pendapatan petani, terutama petani swadaya yang sangat bergantung pada fluktuasi harga harian.
Dampak ke Petani dan Langkah Pengawasan
Lebih lanjut, Hari mengakui bahwa turunnya harga TBS sawit menjadi kabar kurang menggembirakan bagi para petani.
Namun demikian, Dinas Pertanian memastikan akan terus melakukan pemantauan secara intensif agar harga yang diterima petani tetap sesuai dengan standar yang berlaku.
BACA JUGA: ASN Seluma Disorot! Sekda Murka soal Skandal Perselingkuhan, Sanksi Tegas Menanti
“Penurunan harga ini tentu berdampak pada petani. Karena itu, kami akan terus melakukan pengawasan dan pemantauan agar harga yang diterima petani tetap adil dan tidak merugikan,” jelasnya.
Menurutnya, prinsip kemitraan yang sehat antara perusahaan dan petani harus terus dijaga.
Pemerintah daerah berharap sektor perkebunan kelapa sawit tetap mampu menjadi penopang utama perekonomian masyarakat Mukomuko, meskipun di tengah dinamika harga global dan nasional.
“Kami berharap harga TBS sawit bisa kembali stabil. Sektor perkebunan sawit harus tetap memberikan kontribusi besar bagi kesejahteraan petani dan perekonomian daerah,” tutup Hari Mustaman.
Daftar Harga TBS di 11 Pabrik Mukomuko
Berikut daftar harga TBS kelapa sawit di 11 pabrik yang beroperasi di Kabupaten Mukomuko per Rabu, 4 Februari 2026:
PT SAPTA Rp3.000/kg, PT USM Rp3.000/kg, PT KSM Rp3.050/kg, PT SAP Rp3.080/kg, PT SSS Rp3.050/kg, PT MMIL Rp3.050/kg, PT KAS Rp3.000/kg, PT MPRA Rp3.080/kg, PT DDP Rp3.080/kg, PT GSS Rp3.050/kg, dan PT BMK Rp3.050/kg.
Dengan kondisi ini, petani diharapkan tetap mencermati perkembangan harga dan terus berkoordinasi dengan pihak terkait guna meminimalkan dampak penurunan harga.








