Pesan ini terasa relevan di tengah tantangan kehidupan saat ini.
Banyak orang terjebak pada penyesalan masa lalu. Padahal, masa depan ditentukan oleh langkah hari ini.
Kemenag kemudian mengutip pesan Presiden ke-4 RI, Abdurrahman Wahid atau Gus Dur.
Sosok ini dikenal dengan kebijaksanaan dan pandangan hidup yang mendalam.
“Menyesali nasib tidak akan mengubah keadaan. Terus berkarya dan bekerjalah yang membuat kita berharga,” pesan Gus Dur.
Kutipan ini kembali diangkat sebagai pengingat bersama.
Melalui Mutiara Jumat Gus Dur, masyarakat diajak fokus pada karya dan kontribusi.
Nilai seseorang tidak ditentukan oleh keluhan. Nilai sejati lahir dari usaha dan kebermanfaatan.






