“RUPS Tahun Buku 2025 menjadi momen evaluasi sekaligus penegasan arah Bank Bengkulu untuk terus memperkuat fondasi bisnis yang sehat, adaptif, dan berkelanjutan. Kami berkomitmen menjaga kinerja positif ini dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian,” ujar Iswahyudi, dikutip dari Harianbengkuluekspress.id.
Berdasarkan laporan keuangan audited, Bank Bengkulu membukukan total aset sebesar Rp11,190 triliun, tumbuh 8,06 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Sementara itu, penyaluran kredit meningkat 5,45 persen menjadi Rp7,816 triliun, dan Dana Pihak Ketiga (DPK) tumbuh 2,52 persen menjadi Rp8,205 triliun.








