Dalam kunjungan awal, DP3AP2KB turut mendampingi Wali Kota Bengkulu.
“Pada kunjungan pertama, kami ikut mendampingi saat Wali Kota datang ke rumah orang tua Tika. Saat itu, kondisinya masih sangat ketakutan dan enggan berinteraksi dengan orang lain,” ujar Rosminiarty, dikutip dari RAKYATBENGKULU.COM.
Melihat kondisi tersebut, DP3AP2KB tidak berhenti pada pendampingan formal semata.
Sebaliknya, tim memilih pendekatan personal dan humanis agar korban merasa lebih nyaman.
BACA JUGA : Terungkap, Ibu Kandung dan Pria Diduga Ayah Bayi Dibuang di Padang Guci Diamankan Polisi
Secara bertahap, pendamping memberikan motivasi dan ruang aman bagi Tika untuk mengekspresikan perasaannya.








