“Ada tiga unit alat berat yang tidak bisa dioperasikan. Alat berat ini rusak, mungkin karena perawatannya belum maksimal,” ujarnya dikutip dari Antaranews.com.
Saat ini, proses perbaikan tengah berlangsung, namun pihak DLH belum dapat memastikan kapan alat berat itu kembali siap digunakan.
Lonjakan Sampah Mengancam Akses Warga
Dalam kondisi normal, TPA Jambu Keling menerima hingga 38 ton sampah per hari yang berasal dari pasar tradisional dan pemukiman warga.
Jumlah tersebut bahkan bisa melonjak menjadi 60 ton lebih ketika memasuki Bulan Puasa dan Hari Raya.
Tanpa alat berat yang berfungsi, tumpukan sampah terus menimbun area TPA dan mulai mengancam akses jalan masyarakat.








