<strong>BENGKULU UTARA, RBMEDIA.ID</strong> - Memasuki hari pertama ibadah puasa Ramadan, harga ayam potong di Pasar Purwodadi Arga Makmur, Bengkulu Utara, mengalami kenaikan signifikan. Dari sebelumnya Rp38 ribu per kilogram, kini harga menyentuh Rp45 ribu per kilogram. Kenaikan sebesar Rp7 ribu ini terjadi tepat saat permintaan masyarakat meningkat untuk kebutuhan sahur dan berbuka puasa. <a href="https://rbmedia.id/55-guru-diminta-kembalikan-gaji-ke-13-dan-thr-ini-langkah-tegas-inspektorat-bengkulu/">BACA JUGA: 55 Guru Diminta Kembalikan Gaji ke-13 dan THR, Ini Langkah Tegas Inspektorat Bengkulu</a> Lonjakan harga tersebut menjadi sinyal awal pergerakan bahan pokok menjelang Ramadan. Di tengah meningkatnya aktivitas belanja rumah tangga, pedagang mengaku tidak memiliki banyak pilihan selain menyesuaikan harga jual agar tetap menutup biaya modal dari tingkat agen.<!--nextpage--> Rosanti, salah seorang pedagang ayam potong di Pasar Purwodadi Arga Makmur, menyebut kenaikan harga sudah terjadi dari hulu distribusi. “Sehingga memang saat ini harga naik, karena memang dari agen sudah naik,” ujarnya, dikutip dari <a href="https://harianrakyatbengkulu.bacakoran.co/bengkulu-utara/read/54107/harga-ayam-tembus-rp45-ribu/15">KORANRB.ID. </a> <h4><strong>Permintaan Naik Meski Harga Melonjak</strong></h4> Meski harga merangkak naik, daya beli masyarakat belum menunjukkan penurunan. Sebaliknya, permintaan ayam potong justru meningkat dibandingkan hari biasa. Kondisi ini lazim terjadi setiap awal Ramadan, ketika kebutuhan konsumsi protein hewani melonjak. Rosanti memperkirakan harga masih berpotensi naik dalam beberapa hari ke depan.<!--nextpage--> Momentum hari pertama puasa yang bertepatan dengan hari pasar pekan dinilai turut mendorong lonjakan harga. “Besok harga kami perkirakan akan lebih tinggi lagi, karena hari pertama puasa. Namun itu lazim terjadi hingga mendekati Idul Fitri mendatang,” katanya. <a href="https://rbmedia.id/pemprov-bergerak-cepat-dicoret-dari-pbi-32-ribu-warga-bengkulu-kembali-aktif-bpjs-kesehatan/">BACA JUGA : Pemprov Bergerak Cepat! Dicoret dari PBI, 32 Ribu Warga Bengkulu Kembali Aktif BPJS Kesehatan</a> Kenaikan harga ayam ini berpotensi menambah beban belanja rumah tangga jika tren terus berlanjut hingga menjelang Lebaran. Oleh sebab itu, pengawasan harga menjadi perhatian penting pemerintah daerah. <h4><strong>Pemerintah Siapkan Langkah Stabilisasi</strong></h4> Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Bengkulu Utara, Sabani, menegaskan pihaknya telah mengantisipasi gejolak harga bahan pokok penting.<!--nextpage--> Pemerintah daerah memantau komoditas utama seperti beras, minyak goreng, cabai, telur, dan daging ayam karena berdampak langsung pada daya beli masyarakat. Salah satu langkah konkret yang telah dilakukan yakni menggelar gerakan pangan murah atau pasar murah. Program ini menyediakan bahan pokok dengan harga di bawah pasar guna menjaga stabilitas harga. Pemerintah juga memastikan akan melakukan intervensi tambahan jika lonjakan dinilai tidak wajar dan berpotensi menekan ekonomi masyarakat. Dengan meningkatnya harga ayam potong di awal Ramadan, pemerintah daerah dan pelaku pasar kini sama-sama memantau perkembangan harga.<!--nextpage--> Stabilitas pasokan dan distribusi menjadi kunci agar kenaikan tidak terus berlanjut hingga mendekati Idul Fitri.