Menurutnya, langkah ini menjadi prioritas karena TPA Air Sebakul merupakan titik akhir pengelolaan sampah Kota Bengkulu.
Jika akses terganggu, maka sampah di permukiman warga berpotensi menumpuk dan memicu persoalan lingkungan lainnya.
BACA JUGA : Awal 2026, Pemkab Kaur Rombak Jabatan Eselon III dan IV, Ini Daftarnya
Pemkot Siapkan Penanganan Lanjutan
Selain membuka jalur, Dinas PUPR juga melakukan penanganan sementara dengan meratakan sampah yang menutup badan jalan.
Sampah tersebut ditimbun agar akses bisa segera difungsikan kembali.
Meski demikian, Noprisman mengakui bahwa kondisi tanah di kawasan TPA cukup labil.








