Sejumlah rumah, lahan pertanian, hingga fasilitas umum seperti sekolah dan masjid kini berada dalam kondisi rawan.
Jika tidak segera ditangani, abrasi dikhawatirkan akan menghilangkan sumber penghidupan warga sekaligus memaksa mereka meninggalkan tempat tinggalnya.
Abrasi Berlangsung Belasan Tahun, Warga Kian Terjepit
Kepala Desa Pondok Kelapa, Alamsyah, membenarkan adanya aksi penyampaian aspirasi yang dilakukan warganya bersama Walhi Bengkulu.
Menurutnya, aksi tersebut merupakan bentuk kepedulian dan kekhawatiran masyarakat terhadap kondisi lingkungan pesisir yang semakin kritis.
“Iya benar, ada aksi sebagai bentuk aspirasi warga bersama aktivis Walhi terkait penanganan abrasi yang berdampak pada rumah warga di sekitar pantai,” ujar Alamsyah dikutip dari Harianbengkuluekspress.id.








