BENGKULU, RBMEDIA.ID – Kota Bengkulu kembali diguncang kasus mengejutkan.
Seorang pria berinisial RR alias FA, yang sehari-hari bekerja sebagai bartender, nekat mengaku-ngaku sebagai anggota Brimob untuk memperdaya seorang gadis asal Kabupaten Bengkulu Selatan.
Kasus ini terungkap setelah korban melapor ke pihak berwajib karena merasa menjadi korban tindak pidana perdagangan orang (TPPO).
Kasat Reskrim Polresta Bengkulu, Kompol Sujud Alif Yulam Lam, mengungkapkan, kronologi kasus bermula ketika RR berkenalan dengan korban melalui media sosial Facebook.
BACA JUGA: Dapur Minimalis Ala Skandinavia, Gaya Simpel yang Banyak Diminati
Dengan mengaku sebagai personel Brimob, pelaku mengelabui korban dengan janji manis, mulai dari menjanjikan pekerjaan di RS Bhayangkara hingga rencana pernikahan.
Perkenalan dunia maya tersebut akhirnya berlanjut ke pertemuan langsung.
Pelaku menjemput korban di kawasan Simpang Skip, Kota Bengkulu, lalu mengajaknya menuju area eks lokalisasi Pulau Baai.
Di tempat tersebut, RR merayu korban hingga terjerumus dalam bujuk rayu pelaku.
“Pelaku ini mengaku Brimob, kenal di medsos dan korban dijanjikan kerja hingga dinikahi,” jelas Kompol Sujud dikutip Camkohatv.id.
BACA JUGA: Pratama Arhan Gugat Cerai Azizah Salsha, Rumah Tangga Resmi Retak
Di balik rayuan itu, rupanya RR sudah menyiapkan skenario licik.
Saat berhubungan intim, pelaku secara diam-diam merekam video korban tanpa sepengetahuannya.
Rekaman tersebut kemudian dijadikan alat untuk mengancam korban.
Korban dipaksa melayani tamu-tamu di lokalisasi, sementara pelaku terus menekan dengan ancaman akan menyebarkan video asusila itu ke media sosial jika korban menolak.
Merasa terjebak dan hidup dalam ketakutan, korban akhirnya memberanikan diri mencari jalan keluar dengan melapor ke Polresta Bengkulu.
Laporan itu langsung ditindaklanjuti oleh Tim Resmob Macan Gading bersama Unit PPA Satreskrim Polresta Bengkulu.
BACA JUGA: Ramai di Medsos! Netizen Banjiri Arhan dengan Komentar Selamat
Dalam operasi cepat, petugas berhasil meringkus RR di eks lokalisasi Pulau Baai, tempat di mana aksi bejatnya dilakukan.
Kini pelaku sudah diamankan untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
Polisi juga terus mendalami kasus ini guna memastikan tidak ada korban lain dari aksi pelaku.