Pengaturan waktu menjadi kunci keberhasilan. Produktivitas harus tetap terjaga.
“Walaupun bekerja dari mana saja, kinerja harus terukur. Ini tantangan untuk membuktikan ASN tetap optimal,” tegasnya.
Lebih lanjut, WFA ASN Pemprov Bengkulu diharapkan memberi dampak positif.
Pola kerja menjadi lebih adaptif. Efisiensi kerja juga diharapkan meningkat.
Di sisi lain, keseimbangan antara pekerjaan dan kenyamanan ASN bisa terwujud.
Pemerintah memastikan kualitas pelayanan publik tetap terjaga.
Kebijakan ini menjadi langkah adaptasi birokrasi daerah.
Pemprov Bengkulu ingin menjawab tantangan zaman.
Digitalisasi dan fleksibilitas menjadi arah baru kerja ASN.








