Kesiapsiagaan fasilitas kesehatan, mulai dari puskesmas hingga rumah sakit, juga terus ditingkatkan.
“Kami memastikan seluruh fasilitas kesehatan siap melakukan penanganan awal dan pelaporan apabila ditemukan kasus suspek. Koordinasi dengan instansi terkait terus dilakukan agar pencegahan berjalan optimal,” tuturnya.
Edriwan menambahkan, hingga saat ini belum tersedia vaksin maupun obat khusus untuk virus nipah.
Oleh sebab itu, peran aktif masyarakat dalam menjaga kesehatan dan lingkungan dinilai menjadi benteng utama untuk mencegah potensi penyebaran virus tersebut di Bengkulu.








