Putra, warga Kaur lainnya, juga mengaku menjadi korban penipuan jual beli mobil secara online.
Ia memesan satu unit mobil pick up dari seseorang yang juga mengaku warga Seluma.
Awalnya, proses negosiasi berjalan lancar.
Harga disepakati dan pelaku meminta pembayaran dilakukan melalui transfer ke rekening tertentu.
Tanpa menaruh curiga, Putra pun mentransfer dana sesuai permintaan.
BACA JUGA: Rokok Ilegal Marak via Online dan Jasa Titipan, Bea Cukai Bengkulu Perketat Pengawasan
Namun, setelah uang dikirim, mobil yang dijanjikan tak kunjung diterima.
Penjual sulit dihubungi dan akhirnya menghilang.
Putra menyadari dirinya telah menjadi korban penipuan bermodus jual beli kendaraan online.








