Pilihan ini menjaga kebersamaan umat di negeri tempat ia tinggal.
Kedua, ia tetap berpuasa pada hari raya untuk menyempurnakan 29 hari. Namun, berpuasa saat Idul Fitri hukumnya haram.
Karena itu, beliau lebih memilih opsi pertama. Seseorang sebaiknya ikut Idul Fitri bersama negeri setempat. Lalu ia mengganti satu hari di luar Ramadhan.
Dampak Perbedaan Penetapan
Kasus Waktu Puasa Diantara Dua Tempat muncul karena perbedaan penetapan awal Ramadhan. Setiap negeri memiliki otoritas masing-masing.
Perbedaan ini sering menjadi tantangan bagi musafir. Namun, syariat tetap memberi solusi.
Intinya, jumlah puasa minimal harus 29 hari. Jika kurang, wajib qadha.








