Ia mengaku menerima satu kali pukulan di bagian paha, sementara percobaan pukulan kedua tidak mengenai dirinya.
Setelah itu, ia berlari meninggalkan lokasi meski sempat menabrak tiang dan tembok.
Tak hanya AF, rekannya berinisial FJ juga mengaku mengalami kekerasan serupa.
FJ menyebut dirinya dipukul satu kali di bagian paha menggunakan tongkat T tanpa ada dialog atau klarifikasi sebelumnya.
“Kami meminta keadilan dan ingin proses hukum ini diselesaikan sebaik-baiknya. Ini bukan lagi tindakan yang semestinya dilakukan oleh pihak akademis yang berintelektual,” tegas AF.
Pasca insiden, para mahasiswa mengaku telah mencoba menempuh jalur klarifikasi internal melalui pertemuan yang dihadiri Wakil Rektor III, Ketua KPU Pemira, dan Kaprodi Hukum selaku ketua panitia.








