Ia menyebut pihaknya telah melakukan pengecekan langsung ke sekolah untuk memastikan kronologi kejadian.
“Pihak sekolah mengatakan itu menu MBG pada hari Sabtu 7 Februari 2026, namun baru dibuat video hingga akhirnya viral pada Rabu 11 Februari 2026,” ujarnya, dikutip dari berbagai sumber.
Menurutnya, pada Sabtu menu yang dibagikan adalah ayam gulai, sedangkan pada Rabu pihaknya memasak ayam rica-rica.
Karena itu, ia menilai informasi dalam video tidak sesuai fakta.
SPPG kemudian melaporkan pembuat video ke Unit Pidsus.
“Kami laporkan ke Unit Pidsus Polres Muratara. Kami melaporkan yang membuat video viral tersebut,” tegasnya.








