“Saat ini kami menata RTG karena data yang ada belum sinkron antara sekolah dan sistem. Semua kami data ulang agar kebijakan ke depan tepat sasaran,” kata Rainer.
Ia memastikan pemerintah daerah berupaya agar guru PPG dan bersertifikasi tidak dirugikan.
Bahkan, anggaran insentif daerah untuk sekitar 509 guru tengah disiapkan agar tunjangan sertifikasi dari pusat tetap bisa dibayarkan.
“Sambil proses penataan berjalan, guru PPG tetap mengajar seperti biasa. Kami minta bersabar, karena tujuan akhirnya untuk kemajuan pendidikan di Bengkulu,” pungkasnya.








