Namun, sehari setelahnya, yakni 2 Januari 2026, arus kembali turun ke angka 2.373 kendaraan.
Secara keseluruhan, pergerakan kendaraan di ruas ini jauh lebih rendah dibandingkan koridor utama JTTS.
Sebagai perbandingan, pada tanggal yang sama, Tol Kuala Tanjung–Tebing Tinggi–Parapat di Sumatera Utara mencatat 32.941 kendaraan atau meningkat 84,06 persen dari kondisi normal.
Perbedaan ini menunjukkan ketimpangan distribusi lalu lintas antar ruas tol di Sumatera.
BACA JUGA : Pasca Kasus Korupsi, Sekwan Kepahiang Belum Definitif hingga 2026
Hutama Karya Petakan Ketimpangan Arus
Executive Vice President Sekretaris Perusahaan Hutama Karya, Mardiansyah, menjelaskan bahwa secara nasional trafik JTTS pada 2 Januari 2026 mencapai 136.612 kendaraan.








