Anak sulungnya tidak diketahui keberadaannya, sementara sang istri telah lama berpisah.
Situasi tersebut membuat beban hidup Arsis semakin berat, terlebih dengan kondisi kesehatan yang kian menurun.
Bantuan Sosial Terhenti, Desa Upayakan Solusi
Kepala Desa Batu Ampar, Wisman Juni, mengungkapkan bahwa pemerintah desa telah berupaya memberikan bantuan sesuai dengan kemampuan yang ada.
Namun, hingga saat ini, bantuan yang diterima Arsis masih sangat terbatas dan baru berupa bantuan beras.
“Dulu yang bersangkutan sempat menerima bantuan BPNT dan PKH, tapi sekarang tidak lagi. Kami juga belum mendapat kejelasan alasan bantuan itu tidak keluar,” ujar Wisman dikutip dari Harianbengkuluekspress.id.








