Jika hasil evaluasi menunjukkan kebijakan ini efektif, maka aturan tersebut akan diberlakukan secara permanen.
“Kita ingin sekolah kembali menjadi ruang interaksi yang sehat, bukan sekadar ruang digital. Anak-anak harus lebih aktif berdiskusi dan berkomunikasi langsung,” tutup Rainer.
Kebijakan ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas pembelajaran sekaligus membangun karakter siswa di tengah derasnya arus digitalisasi.
Page 6 of 6








