“Khusus untuk pemeluk agama Islam agar menggelar zikir, istighosah, dan doa agar terhindar dari berbagai musibah. Tidak melaksanakan pergantian malam Tahun Baru 2026 dengan cara meniup terompet, membakar kembang api atau mercon, serta kebut-kebutan di jalan raya,” tegas Helmi Hasan.
Menurutnya, perayaan yang sederhana dan penuh doa akan membawa ketenangan sekaligus keselamatan bagi masyarakat, terutama di tengah ancaman cuaca ekstrem yang tidak dapat diprediksi secara pasti.
Pengelola Wisata dan Hiburan Diminta Patuh
Selain masyarakat umum, Gubernur Bengkulu juga mengingatkan para pengelola tempat hiburan dan objek wisata agar tidak memfasilitasi perayaan Tahun Baru secara berlebihan.








