“Perbedaan penetapan awal Ramadan hendaknya kita sikapi dengan bijak. Persatuan umat harus tetap terjaga,” ujar Saefudin Latief.
Karena itu, Kemenag Bengkulu juga mengutus 26 dai ke berbagai wilayah.
Mereka akan bertugas di daerah 3T, yaitu terpencil, terluar, dan tertinggal.
Langkah ini memperkuat syiar Islam di seluruh pelosok Bengkulu.
Para dai diharapkan meningkatkan pemahaman keagamaan masyarakat.
Mereka juga akan memberikan pembinaan spiritual secara langsung.
Sementara itu, Penjabat Sekretaris Daerah Provinsi Bengkulu, Herwan Antoni, menyatakan dukungan penuh terhadap Tabligh Akbar Ramadan 1447 H.







