Namun, setelah pelatihan selesai, keberangkatan ke Jepang tak kunjung terealisasi.
Situasi tersebut kemudian dimanfaatkan tersangka untuk kembali meminta uang tambahan sebesar Rp45 juta per orang.
DW berdalih biaya tersebut dibutuhkan agar korban bisa masuk dalam “Program Non-Skill” demi mempercepat proses keberangkatan.
Karena percaya, korban mentransfer uang tersebut ke rekening pribadi tersangka.
BACA JUGA : Motor Korban Begal Ditemukan Sopir Truk di Jalur Liku Sembilan, Pelaku Diduga Kabur
Visa Turis dan Terlantar di Negeri Sakura
Setelah menunggu sekitar enam bulan sejak pembayaran tambahan, korban akhirnya diberangkatkan pada 6 Januari 2023.








