Ia menilai, kegiatan budaya semacam ini harus terus dijaga dan dikembangkan agar tidak tergerus oleh pengaruh budaya luar.
“Acara ini sangat baik untuk menjaga dan melestarikan budaya adat Rejang di tengah kompleksitas era digital, terutama bagi generasi muda. Jangan sampai budaya adat Rejang hanya menjadi cerita dan kalah oleh pengaruh budaya luar,” tegasnya.
Lebih lanjut, Zurdi Nata mengapresiasi panitia penyelenggara yang terdiri dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kepahiang bersama para kepala sekolah.
Menurutnya, keterlibatan dunia pendidikan menjadi kunci dalam menanamkan nilai-nilai budaya kepada generasi muda secara berkelanjutan.








