Kerbau melambangkan rasa syukur, kebersamaan, serta penghormatan kepada lembaga adat dan masyarakat.
Oleh karena itu, prosesi ini menjadi bagian tak terpisahkan dari pemberian gelar adat kepada tokoh-tokoh yang dinilai berjasa dan memiliki peran strategis dalam pembangunan daerah.
Ketua LARK Kepahiang, Gusti Santoso, menyampaikan apresiasi atas dukungan penuh pemerintah daerah terhadap kegiatan adat.
Menurutnya, keterlibatan langsung kepala daerah dan pimpinan DPRD menjadi sinyal kuat bahwa adat dan budaya lokal tetap mendapat tempat penting dalam tata kelola pemerintahan.
BACA JUGA: Pemprov Bengkulu Siapkan Rp25 Miliar, Jalan Rawa Makmur Ditinggikan Mulai Juni 2026
Umbung Kutei, Pilar Pelestarian Budaya Lokal
Sementara itu, Bupati Zurdi Nata menegaskan bahwa Umbung Kutei memiliki nilai strategis dalam menjaga eksistensi budaya Rejang di tengah derasnya arus globalisasi dan digitalisasi.








