Langkah tersebut diambil untuk menjaga kesehatan pencernaan siswa yang berpuasa sekaligus memastikan komposisi gizi tetap seimbang.
Dengan pengawasan langsung ahli gizi, setiap menu dirancang memenuhi standar Angka Kecukupan Gizi (AKG) sesuai kebutuhan usia anak sekolah.
Program ini juga tetap memperhatikan siswa yang tidak menjalankan puasa.
Sekolah diminta menyediakan ruang makan khusus agar distribusi makanan tetap berjalan tanpa mengganggu siswa lain.
“Nantinya disiapkan ruangan khusus bagi siswa yang tidak berpuasa sehingga tetap bisa menikmati MBG,” jelas Gloria.
BACA JUGA: Rp25 Miliar THR ASN Seluma Siap Cair, 5.794 Penerima Terima Sebelum Lebaran 2026
Jangkau 250 Ribu Penerima Manfaat
Saat ini, MBG di Bengkulu telah menjangkau sekitar 250 ribu penerima manfaat.








