Kepala Regional SPPG Provinsi Bengkulu, Gloria Erysa M. Situmorang, menjelaskan bahwa pelaksanaan MBG selama Ramadan mengacu pada pola tahun sebelumnya, yakni penyediaan makanan kering yang praktis dibawa pulang.
“Untuk menu tetap mengacu pada Angka Kecukupan Gizi (AKG). Perhitungan nutrisi dilakukan langsung oleh ahli gizi untuk menjamin kualitas asupan meskipun dalam bentuk makanan kering,” ujar Gloria, dikutip dari Harianbengkuluekspress.id.
Menu Sesuai Standar Gizi Nasional
Selama Ramadan, paket MBG dikemas dalam tas khusus dan berisi makanan tahan lama yang aman dikonsumsi saat berbuka.
Selain itu, kebijakan ini mengikuti arahan dari Badan Gizi Nasional yang melarang penggunaan makanan ultra-proses dan makanan pedas dalam paket Ramadan.






