Wilayah ini didominasi dataran rendah dengan iklim basah. Kondisi tersebut sangat cocok untuk kelapa sawit.
Karena itu, Bengkulu Utara berkembang sebagai sentra sawit.
Sebaliknya, usaha kopi terkonsentrasi di Rejang Lebong. Kabupaten ini memiliki 34.973 rumah tangga petani kopi. Lingkungan dataran tinggi menjadi faktor penentu.
Kondisi alam Pegunungan Bukit Barisan mendukung budidaya kopi. Suhu sejuk dan struktur tanah ideal meningkatkan kualitas produksi.
Dengan spesialisasi ini, sawit dan kopi Bengkulu saling melengkapi. Keduanya memperkuat struktur ekonomi daerah secara seimbang.
Namun, tantangan masih terlihat pada produktivitas. Data Kementerian Pertanian menunjukkan 77,04 persen kebun sawit dikelola rakyat.








