Hampir 48 persen rumah tangga sawit menghadapi masalah usaha. Angka pada petani kopi bahkan mencapai 57,8 persen.
Masalah utama meliputi akses pembiayaan formal yang terbatas. Asuransi usaha tani masih jarang dimanfaatkan.
Distribusi sarana produksi belum merata. Pemasaran hasil pun bergantung pada pedagang lokal.
Sebagian rumah tangga petani bahkan kesulitan memenuhi kebutuhan pangan.
Kondisi ini menunjukkan rapuhnya ketahanan ekonomi petani kecil.
Karena itu, peran pemerintah menjadi sangat krusial. Penguatan akses kredit perlu dipercepat.
Distribusi input produksi harus lebih adil. Pendampingan teknis wajib diperluas.








