Berdasarkan laporan pihak sekolah, beberapa siswa yang diamankan diketahui sering membolos dan merokok pada jam belajar, sehingga membutuhkan perhatian lebih dari guru dan orang tua.
Pemerintah daerah menilai, “Patroli Pelajar” bukan sekadar kegiatan razia, melainkan strategi pembentukan karakter generasi muda.
Program ini diharapkan dapat menumbuhkan rasa tanggung jawab sosial, menghormati aturan, serta meningkatkan kesadaran akan pentingnya disiplin dalam kehidupan sehari-hari.
“Kami ingin kegiatan ini menjadi bentuk sinergi nyata antara pemerintah daerah, sekolah, dan keluarga dalam membentuk generasi yang berakhlak dan taat aturan,” tutup Ghozali.








