“ASN yang terjaring razia akan kami data dan laporkan ke OPD masing-masing. Selanjutnya, kami minta kepala OPD memberikan pembinaan dan teguran sesuai ketentuan,” tegas Herman.
Ia berharap, konsistensi razia dan pengawasan ini dapat memperkuat budaya disiplin di lingkungan ASN Provinsi Bengkulu.
Dengan demikian, pelayanan publik dapat berjalan lebih optimal dan kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah semakin meningkat.
“Disiplin ASN adalah cerminan wajah pemerintahan. Kalau ASN tertib, pelayanan publik juga akan semakin baik,” pungkasnya.








