Data tersebut dinilai penting karena dapat memberikan gambaran mengenai kondisi pasar tenaga kerja AS sekaligus menjadi acuan bagi kebijakan suku bunga bank sentral AS atau Federal Reserve.
“Investor kini mengalihkan perhatian mereka ke laporan data pekerjaan non-pertanian AS bulan Februari yang akan dirilis hari ini nanti, yang dapat memberikan sinyal baru tentang kekuatan pasar tenaga kerja dan arah kebijakan moneter,” ungkap Ibrahim.
Menurutnya, apabila data tenaga kerja AS menunjukkan hasil lebih kuat dari perkiraan, maka peluang Federal Reserve untuk menunda pemangkasan suku bunga akan semakin besar.








