Situasi tersebut memicu kekhawatiran baru terhadap stabilitas pasokan energi dunia.
Infrastruktur energi serta jalur pelayaran strategis di kawasan Teluk dinilai berada dalam posisi rawan akibat konflik yang terus meningkat.
Akibatnya, harga minyak mentah dunia mengalami kenaikan signifikan.
Lonjakan harga energi ini kemudian menimbulkan kekhawatiran akan munculnya gelombang inflasi global baru yang dapat berdampak luas pada perekonomian berbagai negara.
BACA JUGA : Terjaring Operasi Pekat Satpol PP Bengkulu, 8 Pemuda Jalani Sidang Adat
Investor Menunggu Sinyal Kebijakan The Fed
Di tengah kondisi tersebut, para pelaku pasar juga menaruh perhatian besar pada rilis data ekonomi Amerika Serikat, khususnya laporan ketenagakerjaan non-pertanian atau non-farm payroll (NFP) untuk Februari.








