Dengan tersedianya alat kesehatan yang memadai di daerah, alur rujukan yang selama ini menumpuk di tingkat provinsi diharapkan dapat dipangkas secara signifikan.
Pasien pun tidak perlu lagi dirujuk ke Kota Bengkulu atau bahkan ke luar provinsi hanya untuk pemeriksaan lanjutan.
Kritik Publik Jadi Pemicu Percepatan
Menanggapi seringnya keluhan pelayanan RSUD M Yunus yang viral di media sosial, Edriwan menilai hal tersebut justru menjadi energi positif untuk melakukan pembenahan lebih cepat.
Kritik masyarakat dianggap sebagai alarm penting bagi pemerintah.
“Kita ambil sisi positifnya. Kritik masyarakat menjadi pemicu percepatan perbaikan. Bahkan Kementerian Kesehatan turun langsung bersama Pemprov Bengkulu untuk membenahi tata kelola RSUD M Yunus,” pungkasnya.








