Mulai dari tarik pukek bersama, lomba hias kapal yang diikuti sekitar 80 nelayan, lomba mewarnai tingkat TK se-Kota Bengkulu, hingga lomba memasak bagi kaum ibu.
Seluruh rangkaian acara dirancang inklusif dan melibatkan komunitas serta pelaku budaya lokal.
Didukung CSR, Ditargetkan Masuk KEN
Meski sempat diguyur hujan deras pada malam sebelumnya, cuaca cerah saat hari pelaksanaan tidak menyurutkan antusiasme warga.
BACA JUGA: Skandal Rp37 Miliar, Tiga ASN Sekretariat DPRD Kepahiang Terancam Dipecat Permanen
Nina mengaku terharu melihat semangat masyarakat yang tetap tinggi.
“Alhamdulillah hari ini cerah. Antusiasme masyarakat luar biasa. Ini bukti bahwa Yo Botoi-Botoi benar-benar hidup di hati warga Bengkulu,” ungkapnya.






