“Belungguk Point bukan hanya tempat berkumpul yang sehat, tetapi juga mengangkat identitas budaya Bengkulu. Motif basurek dan simbol dol ini hanya ada di Bengkulu, tidak ditemukan di daerah lain, apalagi di negara lain,” ujar Dedy Wahyudi, dikutip dari KORANRB.ID.
Menurutnya, penguatan identitas budaya menjadi bagian penting dalam pembangunan kota.
Dengan demikian, masyarakat tidak hanya menikmati ruang publik yang nyaman, tetapi juga semakin bangga terhadap budaya daerahnya sendiri.
BACA JUGA : Kolaborasi Cegah Bencana, Pemkab Rejang Lebong Targetkan Penanaman 10.000 Pohon
Dorong UMKM dan Ekonomi Kreatif
Selain menonjolkan nilai budaya, Belungguk Point juga dirancang sebagai penggerak ekonomi masyarakat.








