Selain relokasi, Pemkot Bengkulu juga menyiapkan berbagai fasilitas pendukung bagi pedagang.
Mulai dari lokasi berjualan yang representatif, perlengkapan memasak, hingga sarana pendukung usaha lainnya.
Dengan demikian, keberlangsungan ekonomi pedagang tetap terjaga, sementara kawasan wisata menjadi lebih tertib dan nyaman.
“Penataan ini dilakukan dengan prinsip melindungi mata pencaharian masyarakat. Khusus Malabero, kami masih mengkaji pola penataan yang paling tepat. Prinsipnya, ekonomi masyarakat tidak boleh mati, justru harus tumbuh dan berkembang,” tegasnya.
BACA JUGA: Wali Kota Bengkulu Soroti Kerusakan Hulu, Banjir Tanjung Jaya Jadi Alarm Serius








