Kasat Pol PP, Sahat Marulitua Situmorang, menegaskan pengawasan ini bagian dari fungsi kontrol pemerintah daerah.
“Kita ingin meyakinkan bahwa aktivitas usaha sesuai dengan perizinannya. Selain itu, kita juga menyesuaikan dengan perkembangan data warga yang terpapar HIV yang angkanya cukup tinggi dan perlu perhatian khusus,” jelas Sahat.
Setelah itu, tim melanjutkan skrining ke lantai dua Pasar Minggu yang kerap ditempati gelandangan dan pengemis.
Seluruh warga yang diperiksa, termasuk seorang ibu hamil, dinyatakan negatif HIV.
Pemkot Bengkulu menegaskan komitmennya untuk terus melakukan pengawasan, edukasi, dan skrining berkala demi melindungi masyarakat dari risiko penularan HIV/AIDS.








