Dengan membawa spanduk dan menyampaikan orasi secara bergantian, massa menuntut kejelasan nasib serta keadilan atas kebijakan yang mereka nilai merugikan.
Tuntut Dipekerjakan Kembali
Dalam tuntutannya, para tenaga honorer mendesak Pemerintah Kabupaten Seluma agar segera mempekerjakan kembali tenaga Non ASN yang terdampak kebijakan perumahan.
Selain itu, mereka juga meminta kepastian status kepegawaian melalui skema Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) paruh waktu.
Massa juga menagih janji pemerintah daerah yang sebelumnya menyampaikan akan membuka seleksi PPPK tahap II.
Menurut mereka, kebijakan perumahan yang diterapkan secara tiba-tiba telah menimbulkan ketidakpastian ekonomi bagi ratusan keluarga.
Pengabdian Panjang Dinilai Diabaikan
Salah seorang peserta aksi, Edi, mengungkapkan kekecewaannya karena masa pengabdian yang panjang tidak menjadi pertimbangan pemerintah daerah.








