Ia menegaskan bahwa pihak sekolah tidak membenarkan adanya penahanan rapor dalam bentuk apa pun.
“Saya sedang di luar kota. Guru yang bersangkutan sudah diminta klarifikasi oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Seluma. Untuk hasilnya, kita tunggu arahan dari Pak Kadis,” kata Rohidi.
Rohidi juga menekankan bahwa dirinya telah berulang kali mengingatkan seluruh tenaga pendidik agar tidak menahan rapor siswa dengan alasan apa pun.
Namun, ia mengakui tindakan tersebut dilakukan oleh oknum di luar kebijakan sekolah.
“Sudah sering saya sampaikan, tidak boleh ada penahanan rapor. Kalau ini terjadi, jelas di luar kendali dan instruksi saya,” tegasnya.








