Ulama Mazhab Syafi’i menjelaskan, qadha di bulan Syawal tetap mendapat pahala puasa enam hari. Meski tanpa niat khusus, pahala tetap ada. Namun, niat khusus membuat pahala lebih sempurna.
Karena itu, Puasa Ayyamul Bidh dan Puasa Syawal menghadirkan kemudahan. Islam memberi ruang tanpa memberatkan.
Yang terpenting, umat Islam tidak menganggap puasa Syawal sebagai kewajiban. Hukumnya sunnah. Tidak berdosa jika ditinggalkan.
Kini, pilihan ada di tangan masing-masing. Ingin pahala setahun penuh? Atau menjaga ritme ibadah setelah Ramadhan? Semua kembali pada niat.








