RBMEDIA.ID – Puasa Ayyamul Bidh dan Puasa Syawal kembali menjadi perhatian umat Islam usai Ramadhan. Banyak yang bertanya soal hukum, niat, dan keutamaannya.
Penjelasan ini termuat dalam buku 30 Fatwa Seputar Ramadhan. Buku itu disusun dan diterjemahkan oleh Abdul Somad. Fatwa yang dikutip berasal dari Syekh ‘Athiyyah Shaqar.
Apa Itu Puasa Ayyamul Bidh?
Puasa Ayyamul Bidh berlangsung setiap bulan Qamariyyah. Tepatnya pada tanggal 13, 14, dan 15.
Disebut “Bidh” karena malamnya terang oleh bulan. Siangnya pun bersinar oleh matahari.
Sebagian riwayat mengaitkannya dengan kisah Nabi Adam AS. Namun, riwayat itu dinilai lemah. Ulama menegaskan hadis tersebut berstatus maudhu’ atau palsu.








