Menurutnya, kondisi bangunan yang dipenuhi semak membuat warga khawatir.
Oleh karena itu, anak-anak di sekitar lokasi dilarang mendekat karena dikhawatirkan terdapat hewan berbahaya.
“Kalau anak-anak, kami larang mendekat. Takut ada ular atau hewan berbahaya lainnya di dalam semak-semak itu,” tambahnya.
Tokoh Pemuda Soroti Pemborosan APBD
Kondisi ini turut menuai keprihatinan dari tokoh pemuda Kabupaten Kepahiang, Sandes Syahputra.
Ia menilai mangkraknya bangunan tersebut mencerminkan lemahnya perencanaan pembangunan daerah.
Padahal, jika difungsikan secara optimal, bak penampungan air tersebut berpotensi menjadi solusi krisis air bersih yang masih dirasakan warga.








