“Biaya money politik Pileg jauh lebih besar. Bisa sampai Rp200 ribu per orang. Pilkada kadang hanya Rp25 ribu,” katanya.
Soal konflik, Muslim menilai Pilkada oleh DPRD juga tidak bebas masalah.
Bahkan, konflik berdarah pernah terjadi.
“Masalahnya bukan biaya penyelenggaraan, tapi biaya money politiknya,” tegasnya.
Ia pun menyindir wacana penghapusan Pilkada. Menurutnya, jika ingin merusak demokrasi, lakukan sekalian.
“Kalau mau rusak negara ini, rusak sekalian saja. Tidak usah ada Pileg. Survei saja tentukan DPRD,” pungkas Muslim.
Page 4 of 4








