Rekam jejak keberpihakan pada rakyat juga lemah. Visi masa depan pun tidak jelas.
“Tidak ada gagasan, tidak ada rekam jejak, dan tidak punya visi membela rakyat. Itu sebabnya mereka pakai uang,” jelas Muslim.
Muslim menegaskan, inisiatif money politik selalu datang dari elit. Ia mencontohkan pertemuan politik.
Kandidat langsung membagi uang tanpa diminta rakyat.
“Coba lihat, tidak ada rakyat minta uang. Kandidat yang datang lalu membagi. Kenapa pemilik kedaulatan yang disalahkan?” ujarnya.
Ia juga membandingkan Pilkada dengan Pemilu Legislatif. Menurutnya, skala money politik di Pileg justru lebih besar.








